Ingin Mengetahui Apa Bakat Kita?

Assalamu’alaikum wr wb,
Apakabar sahabat ayahucuB dimanapun anda berada, semoga keselamatan selalu menyertai kita semua…aamiin ya rabbal ‘alamiin.

Kali ini saya akan berbagi insight tentang jalan mengenal diri, jalan menyadari bakat, kekuatan, keunikan diri kita yang saya dapat dari Al Quran:

  1. QS Taha 20:7
  2. QS Al Isra 17:84

Mari kita belajar bersama.

Jalan Mengenal Diri

Jika engkau mengeraskan ucapanmu, sesungguhnya Dia mengetahui (ucapan yang) rahasia dan yang lebih tersembunyi (darinya).
(QS Taha 20:7)

Allah mengetahui rahasia dan yg lebih tersembunyi. Apa yg lebih tersembunyi dari rahasia? Rahasia adalah sesuatu yg tersimpan dalam diri kita. Hanya kita yang mengetahui. Allah mengetahui rahasia yg kita simpan dan Allah mengetahui yang lebih tersembunyi dari itu, yg tersembunyi di dalam diri kita dan kita tidak menyadarinya. Sesuatu yg tersembunyi di bawah sadar yg tidak kita sadari. Yang mempengaruhi cara kita berbicara, cara kita berperilaku, yang membentuk kebiasaan kebiasaan kita. Sesuatu yang bisa berbentuk mental block yang tidak memberdayakan, atau bakat yang merupakan kekuatan produktif kita, dan kita belum menyadarinya. Allah maha mengetahui semua itu.

Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya (shaakila) masing-masing.” Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.
(QS Al Isra 17:84)

Mungkin kita pernah menjalani test kepribadian, test bakat, STIFIn, MBTI, Clifton Strengths, DISC, Personality Plus, Talent Mapping, dan test test lain untuk lebih mengenal diri kita, mengenal kepribadian kita, mengenal bakat kita. Setelah mengetahui hasil test tersebut kita merasa telah menemukan jati diri kita, menemukan bakat yang gw banget.

Akhirnya gw tahu kekuatan gw. Bakat gw adalah mengcoach orang. Berarti gw harus nyari orang buat gw coaching, karena ini passion gw. Gw harus keluar dari kerjaan sekarang sebagai Programmer biar ga menyesal di kemudian hari.

Hari hari dilalui dengan gairah untuk mewujudkan passion sebagai coach. Kita mulai mendalami pengetahuan yang dibutuhkan sebagai coach. Kita mulai mencari siapa saja yang mau dicoach. Namun apa yang terjadi setelah beberapa bulan kemudian? Seiring berjalannya waktu, belum adanya orang yang mau dicoach ditambah dengan realitas kehidupan yang harus dihadapi, kebutuhan hidup yang mendesak, serta aktivitas aktivitas mendesak lainnya yang harus dilakukan, maka mulai memudarlah gairah menjadi coach.

Ah mungkin bakat mengcoach orang bukan bakat terdalam gw. Karena gairah gw menghilang nih, harusnya kalau memang bakat terdalam ga akan hilang kan? Gw perlu mencari lagi yang lebih cocok. Kayanya gw perlu di hypnoterapi nih, siapa tahu ada mental block yang menghalangi gw untuk melihat bakat terdalam gw.

Lalu kita berkonsultasi kepada trapis seperti psikiater, psikolog, atau hipnotist untuk menjalani sesi hypnoterapi. Menggali apa yang tersembunyi di dalam pikiran bawah sadar kita. Dalam sesi konsultasi atau hypnoterapi tersebut, kita bisa menemukan sebagian kecil ingatan masa lalu yang membentuk perilaku kita saat ini. Terapis hanya bisa membuka sebagian kecil yang tersembunyi dalam pikiran bawah sadar kita sehingga membuat kita sedikit lebih sadar akan diri kita. Kita merasa lega karena merasa menemukan bakat terdalam kita dan mental block yang menghalangi kesuksesan kita.

Ini ternyata bakat gw sebagai trainer pengembangan diri bukan coach. Wah kalau gitu gw harus punya youtube chanel & Instagram. Gw perlu punya target 1000 orang subscriber dalam waktu 3 bulan. Gw yakin bisa, karena ini kan bakat terdalam gw.

Hari berganti hari dilalui dengan gairah untuk mewujudkan passion sebagai trainer pengembangan diri. Kita mulai membuat konten video tentang pengembangan diri. Mulai rajin mempromosikan channel ke teman dan kerabat. Ikut workshop NLP, baca buku buku pengembangan diri, exploring youtube tentang pengembangan diri. Namun apa yang terjadi setelah beberapa bulan kemudian? Seiring berjalannya waktu, harapan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Subscriber hanya 10 orang, video hanya 10 yang view, ditambah dengan realitas kehidupan yang harus dihadapi, kebutuhan hidup yang mendesak, serta aktivitas aktivitas mendesak lainnya yang harus dilakukan, maka mulai memudarlah gairah menjadi trainer pengembangan diri.

Ada 1 hal yang kita lupakan saat kita berusaha mengenal diri. Kita lupa bahwa ada yang lebih mengetahui tentang diri kita dibanding diri kita sendiri. Siapakah Dia? Ya, Allah SWT. Pencipta kita.

Allah mengingatkan kita dalam QS Taha ayat 27 tersebut seolah olah berkata:

Hai hambaku, Aku maha mengetahui lho apa yang tidak kamu ketahui, yang ada dalam bawah sadarmu, bakatmu. Mengapa kamu tidak memohon kepadaKu?

Apa manfaatnya bagi kita atas firman Allah dalam QS Taha 20:27 tersebut?
Ketika kita mengenal Allah dan mulai mengingat Allah, maka Allah akan mulai membuka kan pengetahuan tentang siapa diri kita. Allah akan membuat kita semakin sadar tentang diri kita dari sebelumnya, menyadari bakat kita, kekuatan kita, shaakila kita, keunikan kita.

Dengan mengetahui shaakila kita, kita akan menjadi lebih jelas dalam menjalani hidup, lebih percaya diri, lebih peka terhadap petunjukNya. Hidup lebih enjoy, easy, excellent, dan earn, meminjam istilah 4E dari Talent Mapping Abah Rama Royani.

Selain itu kita akan lebih mampu mengendalikan beberapa perilaku buruk atau kebiasaan yang tidak memberdayakan. Membongkar mental block yang selama ini menjadi ‘penghalang’ jalan kekuatan tersembunyi kita.

Kedekatan kita dengan Allah akan menetralisasi perasaan ketakutan, kegugupan, kekhawatiran, kecemasan, kemarahan berlebih yang selama ini ada dan melemahkan kita, yang kita tidak mengetahui mengapa perasaan negatif tersebut ada tanpa diundang.

Bukankah pikiran akan menghadirkan perasaan, perasaan akan menghadirkan perilaku, perilaku yg berulang akan melahirkan kebiasaan, kebiasaan akan membentuk nasib kita?

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.
QS Al Hasyr (59:20)

Makna dari ayat tersebut adalah jika saat ini kita lupa dengan diri kita, artinya kita perlu lebih diperbanyak lagi ingat Allah nya. Kedekatan kita dengan Allah salah satu manfaat utamanya adalah kita menjadi semakin mengenal diri. Kita akan semakin Fokus dan Sabar dalam menjalani shaakila kita. Tidak mudah putus asa. Allah sudah mewanti wantinya.

Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia, niscaya dia berpaling dan menjauhkan diri dengan sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa.
(QS Al Isra 17:83)

Dengan mengingat Allah, kita akan semakin mengenal diri kita. Kita akan mengetahui alasan keberadaan kita di dunia ini. Dan semakin kita mengenal diri kita, kita akan semakin mengenal Allah. Ada ungkapan yang sangat masyhur di kalangan praktisi tasawuf Islam dari dahulu hingga sekarang:

man arafa nafsahu arafa rabbahu.
“Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia akan mengenal Tuhannya.”

Kesadaran diri ini akan memudahkan kita untuk menjadi sebaik-baiknya manusia. Seperti sabda Rasulullah ﷺ:

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.
(HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni)

Jadi jangan terbalik urutan mengenal dirinya. Begini urutannya:

  1. Dekati Allah terlebih dahulu, intensifkan kedekatan diri kepada Pencipta kita, yang maha mengetahui diri kita. Perbanyak ingat Allah.
  2. Lalu ikhtiarkan dengan test bakat atau assessment kepribadian seperti STIFIn, MBTI, Clifton Strengths, DISC, Personality Plus, dan Talent Mapping. Atau bisa menggunakan pendekatan Neurological Level (NLL) dalam menemukan misi hidup.
  3. Allah dulu…Allah lagi…Allah terus…

Semoga Allah SWT memberkahi kita semua….Amiin Ya Rabbal ‘alamiin…

Demikian penjelasan tentang ‘Jalan Mengenal Diri‘ yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi tambahan pengetahuan bagi sahabat. Lebih kurangnya mohon maaf.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

https://biolinky.co/ayahucub

*Referensi Insight dari kajian ustadz Nouman Ali Khan https://www.youtube.com/watch?v=y0LJ5JygwTM&t=0s

Silahkan Berbagi

2 thoughts on “Ingin Mengetahui Apa Bakat Kita?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *