[7 HABITS- KEBIASAAN 2] Merujuk Pada TUJUAN AKHIR

Assalamu’alaikum wr wb,
Apakabar sahabat ayahucuB dimanapun anda berada, semoga keselamatan selalu menyertai kita semua…aamiin ya rabbal ‘alamiin.

Kali ini saya akan melanjutkan berbagi pengetahuan tentang ‘7 habits’ Episode ke-4. Di sini saya akan membahas tentang Kebiasaan ke-2 dari 7 Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif, yaitu Merujuk Pada TUJUAN AKHIR.
Apa yang dimaksud dengan Merujuk Pada Tujuan Akhir, Mengapa Kebiasaan Merujuk Pada Tujuan Akhir Penting, Bagaimana caranya Merujuk Pada Tujuan Akhir? Mari kita mulai pembahasan.

Episode 04 – Kebiasan ke-2 Merujuk Pada Tujuan Akhir

Saya akan mengajak anda untuk sejenak berimajinasi ke masa depan. Bayangkan anda sedang menghadiri acara pemakaman orang yang anda kasihi. Sampai anda tiba pada peti jenazah, anda menyaksikan diri anda sendiri yang terbujur kaku di sana. Ada 4 pembicara yaitu wakil Keluarga, Teman Main, Rekan Kantor, dan Tetangga yang akan berbicara tentang anda.

Sekarang berpikirlah dalam dalam, apa yg anda ingin mereka katakan tentang anda:

  • Orangtua, pasangan, teman, tetangga macam apa yg anda ingin mereka katakan?
  • Karakter apa yg anda ingin mereka pernah lihat dalam diri anda?
  • Kontribusi, Prestasi apa yg anda ingin mereka ingat?
  • Perbedaan apa yg anda ingin pernah anda buat untuk mereka?

MERUJUK PADA TUJUAN AKHIR berdasar PRINSIP SEGALANYA DICIPTAKAN 2 KALI.

Sebelum membangun rumah, pikirkan rumah seperti apa yg diinginkan?

Anda merancang CETAK BIRU (CIPTAAN PERTAMA) anda dan menjadikannya sebagai RUJUKAN CIPTAAN FISIK anda. Apakah CIPTAAN PERTAMA anda berdasarkan DESAIN sendiri atau STANDAR orang lain?

Dengan dasar KEBIASAAN 1, anda akan menyadari bahwa ‘ANDALAH SI PENCIPTA’ dan KEBIASAAN 2 adalah ‘CIPTAAN PERTAMA’ anda.

Kepemimpinan & Manajemen – ke 2 Ciptaan

KEBIASAAN 2 didasarkan pada PRINSIP KEPEMIMPINAN PRIBADI yg berarti bahwa KEPEMIMPINAN adalah CIPTAAN PERTAMA. MANAJEMEN merupakan CIPTAAN KEDUA, yg akan dibicarakan di episode KEBIASAAN 3.

Berikut adalah perbedaan Kepemimpinan dan Manajemen:

Untuk lebih memudahkan memahami perbedaan antara Kepemimpinan dan Manajemen, saya akan menganalogikannya dengan kisah hutan.

Bayangkan sekelompok PRODUSEN pemecah masalah menerobos hutan dengan parang. Di belakangnya sudah siap sekelompok MANAJER yg mengasah parang mereka, menulis kebijakan dan SOP, menyusun jadwal kerja, kompensasi untuk para pemakai parang.

Sang PEMIMPIN adalah yang memanjat pohon tertinggi, menengok seluruh situasinya dan mengatakan “HUTAN YANG KELIRU!

Sang Manajer mengatakan “DIAMLAH! KITA SEDANG MENGALAMI KEMAJUAN.”

EFEKTIVITAS tidak bergantung kepada seberapa EFISIEN usaha anda, tetapi apakah usaha itu berada di ‘HUTAN YANG BENAR’ atau tidak.

Kisah Muhammad Yunus

Muhammad Yunus adalah seorang professor dari Bangladesh yang meraih penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 2006 atas jasa jasanya dalam pembangunan ekonomi dan sosial dari bawah.

Bagaimana kisah dia menemukan MISI HIDUPnya dan menjadi Pencipta Pertama, PEMIMPIN bagi dirinya sendiri?

Pertama, KESADARAN DIRInya menyadari adanya DORONGAN dalam dirinya untuk melihat kebutuhan di luar dirinya. Bank tidak mau memberikan kredit kepada orang yang kurang mampu tanpa jaminan walaupun orang itu Produktif.

Kedua, SUARA HATInya mengilhaminya untuk bertindak. Karena bakatnya memang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Dia menggunakan IMAJINASInya untuk membuat CIPTAAN PERTAMAnya. Solusi terhadap KEBUTUHAN itu.

Ketiga, dia menggunakan kekuatan KEHENDAK BEBASnya untuk berDISIPLIN diri dan menggunakan bakatnya itu untuk memecahkan masalah dan mendayagunakan gairahnya.

Dia mendirikan Grameen Bank sebagai CIPTAAN KEDUAnya.

Membuat Pernyataan Misi Pribadi

Untuk membuat Pernyataan Misi Pribadi, dimulai dari titik paling PUSAT dari LINGKARAN PENGARUH kita. Mengenali PUSAT dirI, menDETEKSI MISI pribadi dan akan berPERAN sebagai apa anda.

Karena Pusat Diri anda adalah sumber dari berbagai hal di bawah ini, maka kehidupan harus berpusat pada prinsip-prinsip yang benar secara universal.

  • Rasa Aman: menggambarkan perasaan diri berguna, identitas anda, jangkar emosional, harga diri.
  • Pedoman: Sumber Arah Hidup.
  • Kebijaksanaan: Perspektif Hidup, Rasa Keseimbangan, Penilaian, Ketajaman Pandangan, Pemahaman.
  • Daya: Kapasitas untuk bertindak, kekuatan, dan potensi untuk mencapai sesuatu.

 

 

 

Mengenal Pusat Diri

Suatu saat anda sudah membeli karcis dan akan pergi ke konser mengajak istri anda malam harinya. Tiba-tiba bos anda menelepon anda untuk meminta bantuan anda untuk lembur malam harinya menyiapkan presentasi rapat pukul 9 besok hari. Apa yg akan anda lakukan? Pergi ke konser atau lembur? Jika anda berpusat pada:

PASANGAN, anda akan memilih konser untuk menyenangkan hati pasangan anda.

UANG, anda memilih uang lembur dan bonusnya.

KERJA, anda akan memilih lembur untuk membuktikan bahwa anda pekerja keras.

HARTA, anda akan berpikir mau beli barang apa dengan uang lembur dan bonus.

KESENANGAN, anda akan memilih bersenang senang nonton konser.

TEMAN, anda akan melihat apakah ada temannya yg ikut lembur.

MUSUH, anda akan melihat lembur ini jadi kesempatan untuk menunjukan ke musuhnya di kantor kalau dia lebih diperhatikan bos.

AGAMA, anda akan melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemeluk agama yg baik.

DIRI SENDIRI, anda akan berpikir mana yang paling menguntungkan anda.

PRINSIP, anda PROAKTIF, sadar diri, memisahkan diri dari emosi situasi, melihat keseluruhan secara seimbang. Kebutuhan keluarga, pasangan, pekerjaan, kebutuhan lain yang terlibat. Mungkin pilihannya sama dengan PUSAT yang lain, tetapi dengan paradigma yang berbeda. Anda dapat berkomunikasi dengan Bos dan Pasangan anda dalam hubungan yg saling tergantung.

BERPUSATLAH PADA PRINSIP, anda tidak dapat berpusat pada prinsip tanpa lebih dulu SADAR dan mengembangkan sifat PROAKTIF anda.

Anda tidak dapat berpusat pada prinsip tanpa lebih dulu menyadari PARADIGMA anda dan menyelaraskannya dengan PRINSIP PRINSIP UNIVERSAL.

Deteksi Misi Pribadi

Kita mendeteksi bukan menciptakan misi kita dalam hidup.

Semua orang mempunyai misi hidup yang unik yang tidak dapat digantikan.

(Victor Frankl)

Dengarkan Suara Hati anda dengan bertanya 4 hal ini kepadanya:

  1. Kegiatan apa yang jika Anda kerjakan, yg membuat anda merasa bahwa waktu anda menjadi sangat cepat berlalu?
  2. Video, Buku, Website tentang apa yang sebagian besar anda baca atau miliki?
  3. Hal apa yang membuat diri Anda bermakna atau menjadi hidup?
  4. Apa Hobi masa kecil anda, saat usia 10 tahun?

Lalu IMAJINASIKAN, Berdayakan otak kanan anda. IMAJINASIKAN target kehidupan anda seperti ulang tahun ke-25, ke-50, saat pensiun, saat meninggal dunia.

Jika anda hanya memiliki waktu 1 tahun untuk hidup, apa yang akan anda lakukan. Luaskan Pikiran anda, visualisasikan, libatkan emosi dan perasaan anda, libatkan sebanyak mungkin indera anda.

Buatlah Kalimat Afirmasi atau Doa yang sifatnya Pribadi, Positif, Saat ini, Visual, Emosional.

Visualisasikan Doa anda seolah olah doa anda sudah terkabul. BERSYUKURLAH.

 

Anda akan BerPERAN sebagai apa?

Contoh pernyataan Misi:

MISI saya adalah untuk hidup dengan integritas dan membuat perbedaan bagi hidup orang lain.”

Untuk memenuhinya misi ini:

  • Saya Beramal Saya mencari dan mengasihi orang lain yang membutuhkan.
  • Saya Berkorban Saya mencurahkan waktu, bakat, dan sumber daya saya untuk misi ini.
  • Saya Membangkitkan Semangat Saya mengajarkan dengan contoh bahwa ada TUHAN yang bisa membuat GOLIATH dapat dikalahkan.
  • Saya Menimbulkan Dampak Apa yg saya kerjakan membuat perbedaan pada hidup orang lain.

PERAN berikut ini merupakan prioritas dalam memenuhinya misi saya:

  • Suami Pasangan saya adalah orang terpenting dalam hidup.
  • Ayah Saya membantu anak-anak saya menemukan suara hatinya dan mendampinginya menjalankan misinya.
  • Saudara Saya selalu siap membantu saudara yang membutuhkan.
  • Muslim Saya sebagai HambaNYA dan Khalifah di bumiNYA.
  • Teman Saya seorang teman yang memberdayakan.
  • Agen Perubahan Saya seorang Coach Pengembangan Diri.
  • Pembelajar Saya belajar hal hal baru yang penting setiap hari.

Nah sekarang coba anda bayangkan dan isi tabel di bawah sebagai latihan menyusun TUJUAN AKHIR anda. Karakter, Kontribusi, Prestasi apa yang menjadi TUJUAN AKHIR anda dalam kehidupan ini?

Demikian penjelasan tentang episode ‘Kebiasaan ke-2, Merujuk Pada Tujuan Akhir‘ yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi tambahan pengetahuan bagi sahabat. Lebih kurangnya mohon maaf.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

https://biolinky.co/ayahucub

Silahkan Berbagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *